Poetryhavefun’s Blog











Buku ini terjemahan The Old Man and The Sea karyanya Ernest Hemingway.  Ernest Hemingway atau yang bernama lengkap Ernest Miller Hemingway adalah seorang penulis legendaris asal Amerika dan pemenang Hadiah Nobel Sastra 1954, buku ini sekaligus novel terakhirnya yang terbit semasa hidupnya.

Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea) berkisah tentang perjuangan luar biasa seorang nelayan tua Kuba yang seorang diri berusaha menangkap ikan marlin raksasa jauh di laut lepas setelah sebelumnya gagal menangkap seekor ikan pun selama 84 hari dan persahabatannya dengan seorang anak lelaki.  Perjuangan pantang menyerah sang lelaki tua dalam mencapai tujuannya mengajarkan kepada kita betapa kesabaran, ketabahan, dan kegigihan dalam mengarungi cobaan hidup tak akan berakhir sia-sia.
Novel yang asyik dibaca ini ditulis Hemingway saat tinggal di Kuba dan berhasil menyabet Hadiah Pulitzer 1953 untuk kategori fiksi serta Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters, sekaligus mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Sastra.  Sedemikian populernya novel menyentuh ini sehingga berkali-kali difilmkan dan terus dibaca orang di berbagai penjuru dunia hingga saat ini.

Sebelumnya,buku Lelaki Tua dan Laut ini sudah pernah diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono dengan gaya translate era tahun ‘70-an dan diterbitkan di Indonesia pertama kali pada tahun 1973 oleh Pustaka Jaya.  Sekarang sudah ditranslate ulang oleh Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat (lumayan panjang juga namanya) dan diterbitkan oleh Serambi.

versi Pustaka Jayaversi Serambi



We use should within the base form of verb when we want to say that it is a good thing to do or the right thing to do. Similarly, we use shouldn’t or should not when we are saying that it’s not a good thing to do or it’s not the right thing to do.
Look at the examples below:

*You should practice more often.
*You shouldn’t be afraid of making mistakes.
*You ought to try harder.
*You ought not (oughtn’t) to give up easily.

The negative form of Must and Have to

Must and have to are similar in meaning. But when used in the negative, mustn’t, and don’t have to have different meanings.

Mustn’t indicates a prohibition.
For example,
You mustn’t be lazy.

Don’t have to shows a lack of necessity.
For example,
You don’t have to pay the course fee all at once.



The auxiliaries used to and would are used to show a past habit.

USED TO
Used to is used with the main form of the verb.
S + USED TO + Vinf

Look at the examples:
 She used to wake up late on Sunday.
 I used to go to school by bus.

Look at the question and negative forms of used to in the short dialogs below.
 Did you use to get good grades when you were in junior high?
 I didn’t use to watch television when I was your age.

DID + S + USE TO + Vinf
S + DIDN’T + USE TO + Vinf

WOULD
The auxiliary would is also used with the main form of the verb.
 My mother and I would watch television together.

S + WOULD + Vinf

Use of Be used to
The be used to expression is for talking about something that is familiar to us or easy for us. For example:
• I am used to driving on the left.
It means that it is not a problem for me to drive on the left of the road. I am Japanese. In Japan, people drive on the left. Now I am living in the USA where people drive on the right. Of course, I drive on the right in the USA, but when I go to Japan it is easy for me to drive on the left because “I am used to it”.
Look at these examples.
• I am used to hard work.
• I am used to working hard.
• He is not used to New York.
• He isn’t used to living in New York.
• Are you used to fast food?
• Are you used to eating quickly?

Tenses
We can use be used to in any tense. We just conjugate the verb be in the tense that we need. Look at these examples:
• When we lived in Bangkok, we were used to hot weather.
• I have been used to snakes for a long time.
• You will soon be used to living alone.



TYPE I
Expresses probable or possible condition. The verb in the main clause is in the simple future tense. The verb in the if clause is in the present tense. There is a real possibility when we use this type.

e.g. If the rain stops, he will go to the concert.

Pattern:

S + (will, can, may, must) + V1 + if + S + simple present tense

TYPE II
Expresses imaginary, unreal, or improbable condition.
As the condition is contrary to the present fact, the verb in the main clause is in the simple past tense. When we imagine a situation at the present moment, we use type II.

Note: We use were for all persons in the if clause.

e.g. If I were a president, I would stay in Istana Merdeka.

Pattern:

S + (would, could, might) + V1 + if + S + simple past tense

TYPE III
Expresses unreal or impossible condition as it is contrary to the past fact.
The verb in the main clause is the past future perfect tense.
The verb in the if clause is the past perfect tense.

e.g. He would have been successful if he had attended the class regularly.

Pattern:

S + (would, could, might) + have + V3 + if + S + past perfect tense



{February 27, 2009}  

Aku…
Yang perlu kalian tahu dari seorang aku adalah aku ini seperti sebuah cermin yang tak bisa menilai wajahnya sendiri. aku hanya bisa menilai orang lain. hanya jika ada satu cermin di hadapanku yang akan memberiku nilai tentang sesuatu dari aku.



{November 16, 2008}   ….

“Aku tahu kau memberiku benci, tapi aku tetap senyum. Kau caci aku, tapi aku tetap senyum. Kau kesampingkan aku, aku tetap senyum. Hingga saat aku mati nanti, aku tetap senyum dan kau menangis.”

img_0119



{November 7, 2008}   Depan FPBS, 20082007

ini dia yang namanya Clover

ini dia yang namanya Clover

Sayang,

Kenapa kau harus pergi sebelum waktumu berpisah denganku?

Sampai ada orang lain yang mengisi kekosongan itu.

Lalu hari ini kau langsung berlari merangkulku sambil berteriak,

“Aku kangen kamu!”

Dari arah belakangmu tergambar mataku yang berkaca-kaca menahan air mata

Aku tak kuat menahan kesedihan yang teramat sangat.

Hingga semalam aku menangisimu dengan teramat sangat.

Aku menginginkanmu, sayangku;

Untuk kembali dalam malam indah kita.

Berbagi cerita seru sampai dinding dan atap rumah tak kuat menahan tawa.

Mendengar celotehanmu dan mengintip gerak-gerikmu dari lubang pintu.

(buat clover, my lovely sister, saat aku, bohe, diah, dan ifa lari pagi)

-oPh-



{November 4, 2008}   Untitled

img_0115Aku duduk sambil memeluk lututku di kolong meja itu

Menengadahkan kepalaku ke atas sambil mengedipkan mata

Aku harap air mata ini tak jatuh

Aku belum siap untuk bersedih

Baru lima menit yang lalu aku tertawa

Kenapa cinta selalu datang begitu saja

Dan pergi begitu saja

Meninggalkan luka yang teramat perih

Dan kenangan yang teramat manis

Aku harap kau tarik kembali kata-kata itu

Aku belum siap untuk menjadi orang yang memusuhi atau dimusuhi

Saat ini yang aku lihat adalah senyumanmu yang terindah

Suaramu yang berngiang di kupingku

Tanpa aku sadar, aku tensenyum mengingat kebodohanmu

Dipojokkan ini, aku merasa bahwa kau melihati aku

Dari kejauhan sana kau masih memperhatikan aku

Dan yang paling membuatku bahagia adalah besok, lusa, dan seterusnya

Dapat melihatmu seperti hari ini

Dan kau menyapa aku dengan senyum terindah itu

Sampai kedua lesung pipitmu terlihat

Saat ini aku percaya bahwa saat itu pernah aku lalui

Waktu pertama kali aku mengenalmu

Pertama kali kamu datang kerumah

Pertama kali kita jalan berdua

Melihat bintang dan aku harap saat itu kau mau mengambilkan satu untukku

Dan menjadikannya sinar dimataku



{November 3, 2008}   Bendungan, 10092007

dsc01071Dear diary,

Malam hari ini aku bermandikan cahaya malam.

Sejak tadi aku mencari-cari bulan.

Namun, tak ku lihat batang hidungnya.

Lalu, aku bertanya pada angin kemana bulan pergi.

Tapi, jawaban yang kudengar hanya bisingan kendaraan bermotor.

Aku tak mengerti kenapa bulan absen malam ini.

Malam jadi terlihat hampa tanpa bulan.

Mungkin sama hampanya dengan hati.

Gelap dan hampa tanpa udara.

Aku ingin pergi ke bukit cinta.

Dimana disana aku mendapatkan kasih sayang sang awan.

Pergi dari tempat yang selalu membuatku merasa terasingkan.

Sampai kapan aku harus terus merasakan hal yang itu-itu saja?

Kenapa wajah-wajah senyum itu hanya sementara?

Padahal kau tahu aku ingin merasakan bahagia tanpa tetapi;

Dan sedih tapi bahagia.

-oPh-



{November 3, 2008}   Bendungan, 05122006 09:30 pm

Ada satu bangku panjang kosong yang cukup untuk tiga orang normal

Dingin menyendiri diantara guguran daun-daun dan pohon-pohon yang sedang meranggas

Lalu, ada satu orang yang takku kenal

Duduk di bangku itu paling pinggir

Tanpa membersihkan daun yang ada diatas bangku itu

Dari lukisanku

Yang terlihat hanya kaki

Dan tangan yang sedang mengepal

Sebuah kotak perhiasan

Entah mengapa aku tak tega menggambar

Muka gundahnya

Sesekali ia melihat jam yang ada di tangan kanannya

Kenapa ia jadi berkeringat?

Kedua kakinya tak bisa berhenti bergerak

Setelah empat jam berlalu

Aku melihat ada seorang wanita cantik

Turun dari sebuah mobil mewah

Rambutnya pirang

Lurus dan panjang

Menghampiri orang yang duduk diatas bangku

Mengambil kotak perhiasan itu

Dan melemparkan uang $ 100

Ke hadapan muka orang itu

Dan pergi

Dengan mencium bibir

Seorang lelaki lain

Orang yang sedang duduk itu

Hanya sendirian

Tiba-tiba badannya sedingin

Salju yang turun di bulan juli

Dan ia tetap duduk sendiri

Sampai besok dan besoknya lagi

Tak tidur

Dan terdiam dalam malam kelam

Beku dan terpaku

Selamanya disitu



et cetera